Strategi yang dibutuhkan oleh UMKM agar dapat meraih pasar global menjadi semakin penting. Meskipun sektor UMKM, terutama mikro dan ultra mikro, dihadapkan pada berbagai rintangan, potensinya di Indonesia cukup besar dengan keberagaman produk yang dimiliki. Dengan 65 juta UMKM, 95,5 persen di antaranya berada pada segmen mikro dan ultra mikro.
Menurut Leonard Theosabrata, Presiden Direktur LPP-KUKM (SMESCO Indonesia), segmen mikro dan ultra mikro memiliki kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi agar dapat berkembang, yaitu daya tahan. Kebutuhan tersebut mencakup pasokan yang stabil, harga yang stabil, permintaan pasar yang konsisten, dan pembiayaan yang terjangkau.
Pentingnya penanganan yang berbeda untuk segmen mikro dan ultra mikro dibandingkan dengan usaha kecil dan menengah diakui oleh Leonard. Dia menekankan bahwa semua instansi, baik pemerintah maupun swasta, perlu bekerja bersama untuk mendukung UMKM naik kelas. Meskipun langkah-langkah telah diambil, skala yang lebih besar diperlukan.
Berdasarkan pandangan Leonard, para pelaku usaha di level kecil dan menengah cenderung lebih berdaya tahan, sehingga penanganannya juga berbeda. Sementara segmen mikro dan ultra mikro membutuhkan pendekatan “low touch” untuk memenuhi kebutuhan dasar, segmen kecil dan menengah memerlukan pendekatan “high touch” dengan kebutuhan yang lebih berkembang, seperti inkubasi.
Leo menyoroti bahwa para pelaku UMKM yang berhasil masuk ke BRILIANPRENEUR adalah yang sudah terkurasi dan memiliki prestasi, sehingga lebih siap untuk bersaing di pasar global. Meskipun begitu, masih banyak UMKM yang sedang berjuang untuk naik kelas.
Pentingnya pembiayaan yang mudah diakses dan cepat juga ditekankan oleh Leo. Bagi segmen mikro dan ultra mikro, tidak hanya pembiayaan yang murah, tetapi juga harus mudah diakses sesuai dengan pola usahanya yang fokus pada keberlanjutan bisnis.
Sementara itu, BRI sebagai bank pemberdaya UMKM menegaskan komitmennya melalui Holding Ultra Mikro. Holding tersebut tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM ultramikro hingga bisa naik kelas menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah. Pendampingan bisnis, peningkatan keterampilan, literasi digital, dan ekspansi akses pasar menjadi bagian dari program yang dijalankan oleh holding.
Aditia Nelwan, Head of Communication Tokopedia, menyatakan rencananya untuk melanjutkan kampanye Beli Lokal bersama TikTok Shop. Fokusnya tetap pada penjual lokal dan produk lokal dengan tujuan mendukung UMKM dalam menembus pasar global.
BRI juga melibatkan UMKM dalam UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR untuk memfasilitasi business matching antara UMKM Indonesia dengan konsumen luar negeri. Pada tahun ini, BRI berhasil mencatatkan dealing commitment senilai USD 81,3 juta melalui business matching, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Program ini menjadi langkah konkret BRI untuk memajukan UMKM Indonesia.
Sumber berita : https://kumparan.com/kumparanbisnis/ini-strategi-yang-diperlukan-umkm-agar-bisa-tembus-pasar-global-21oThF72Qet/full





