Redelong – Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, memastikan pembangunan jembatan rangka baja di bentang Sungai Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, berjalan sesuai jadwal. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung progres penyiapan lahan di lokasi proyek, Rabu (15/4/2026).
Dalam kunjungannya, Safrizal melihat langsung proses pengerasan lahan yang menjadi fondasi utama sebelum pemasangan rangka baja dilakukan. Langkah ini krusial mengingat kawasan Wih Porak memiliki sejarah kerawanan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir luapan yang sempat mengganggu akses transportasi ke Aceh Tengah pada awal April lalu.
“Kita ingin memastikan bahwa secara teknis, persiapan lahan ini benar-benar matang agar jembatan rangka baja sepanjang 40 meter ini nantinya memiliki daya tahan yang maksimal,” ujar Safrizal saat berdialog dengan supervisor dari PT PP (Persero) Tbk di lapangan.
Untuk menjaga ritme kerja agar tetap lancar, Safrizal memberikan instruksi khusus kepada pihak kontraktor agar menempatkan tenaga kerja di lokasi yang dekat dengan titik proyek. Menurutnya, efisiensi waktu dan kedekatan koordinasi di lapangan adalah kunci percepatan pembangunan.
Terkait mobilitas warga saat ini, Safrizal memastikan bahwa jembatan darurat yang menggunakan rangkaian kontainer tetap fungsional dan aman dilintasi. Pihak PRR Aceh juga telah menyiagakan kontainer cadangan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi cepat jika terjadi kendala tak terduga.
Selain di Wih Porak, Safrizal juga memantau kondisi Jembatan Bailey Umah Besi di Kecamatan Gajah Putih yang mengalami kerusakan struktur akibat beban tonase kendaraan yang berlebih.
Merespons kondisi tersebut, Safrizal bergerak cepat dengan melakukan koordinasi ke Pemerintah Pusat untuk pengiriman material Aramco. Material ini akan digunakan untuk memperkuat jembatan darurat yang sedang disiapkan, sehingga saat jembatan Bailey dibongkar untuk perbaikan total, arus logistik dan transportasi masyarakat tidak akan terputus.
“Komitmen kita adalah memastikan seluruh titik rawan di lintas ini segera tertangani dengan solusi teknis yang tepat dan cepat,” pungkasnya. []





